Cara Membuka Franchise Secara Tepat dan Menguntungkan

 Bisnis franchise atau waralaba menjadi salah satu model usaha yang paling diminati karena menawarkan sistem yang sudah siap pakai. Dengan brand yang dikenal, SOP yang jelas, dan dukungan dari pemilik merek, franchise sering dianggap lebih minim risiko dibanding membangun bisnis dari nol. Namun, tetap diperlukan strategi yang tepat agar franchise benar-benar menguntungkan dan berkelanjutan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara membuka franchise, mulai dari sisi pemilik brand hingga calon mitra, termasuk perizinan, persiapan modal, dan solusi pendanaan.


Diposting oleh

Nida Amalia


Bagaimana Cara Membuka Franchise?

Membuka franchise bisa dilihat dari dua sudut pandang: sebagai pemilik brand (franchisor) atau sebagai mitra (franchisee). Berikut adalah langkah-langkah penting jika Anda ingin mengembangkan brand menjadi franchise.

1. Punya Brand yang Sudah Memiliki Hak Kekayaan Intelektual

Langkah pertama dalam membuka franchise adalah memastikan brand Anda sudah terdaftar secara hukum. Hak Kekayaan Intelektual (HKI), seperti merek dagang, menjadi fondasi utama dalam bisnis franchise.

Pendaftaran merek memberikan perlindungan hukum dan meningkatkan kepercayaan calon mitra. Tanpa HKI, brand tidak dapat difranchisekan secara legal.


2. Memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang Jelas

SOP adalah “nyawa” dari sistem franchise. SOP mencakup:

  • Proses produksi

  • Pelayanan pelanggan

  • Standar kualitas

  • Manajemen operasional

Dengan SOP yang jelas dan terdokumentasi, kualitas produk dan layanan akan tetap konsisten di setiap cabang.


3. Menyiapkan Surat Pendaftaran Waralaba

Di Indonesia, bisnis franchise wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). Dokumen ini menjadi bukti bahwa usaha Anda telah memenuhi syarat sebagai waralaba.

STPW mencakup informasi penting seperti profil usaha, sistem bisnis, hak dan kewajiban franchisor serta franchisee.


4. Mempromosikan Brand Secara Maksimal

Brand yang ingin difranchisekan harus memiliki daya tarik pasar. Lakukan promosi melalui:

  • Media sosial

  • Website resmi

  • Pameran bisnis

  • Platform marketplace franchise

Brand yang terlihat profesional dan aktif akan lebih mudah menarik mitra.


Apa yang Harus Dipersiapkan Saat Membuka Bisnis Franchise?

Jika Anda berada di posisi sebagai calon mitra franchise, berikut beberapa hal penting yang wajib dipersiapkan.

1. Pilih Brand yang Ternama

Brand yang sudah dikenal memiliki peluang sukses lebih besar karena:

  • Pasar sudah terbentuk

  • Produk lebih mudah diterima

  • Risiko edukasi pasar lebih kecil

Namun, pastikan popularitas brand diimbangi dengan sistem yang sehat.


2. Persiapkan Modal yang Cukup

Modal franchise tidak hanya mencakup biaya kemitraan, tetapi juga:

  • Sewa tempat

  • Renovasi

  • Peralatan

  • Operasional awal

Pastikan Anda memiliki dana cadangan untuk beberapa bulan pertama.


3. Perhatikan SOP dengan Baik

Sebagai mitra franchise, Anda wajib mengikuti SOP yang telah ditetapkan. SOP membantu menjaga standar brand dan mencegah kesalahan operasional yang merugikan.


4. Ikuti Pelatihan Terlebih Dulu

Franchisor yang profesional biasanya menyediakan pelatihan sebelum outlet dibuka. Manfaatkan pelatihan ini untuk memahami sistem bisnis secara menyeluruh.


5. Jangan Ragu untuk Bertanya

Tanyakan semua hal yang belum jelas, mulai dari pembagian keuntungan, durasi kontrak, hingga dukungan operasional. Transparansi di awal akan mencegah konflik di kemudian hari.


Apakah Franchise Perlu Izin Usaha?

Ya, franchise wajib memiliki izin usaha. Baik franchisor maupun franchisee harus memenuhi ketentuan perizinan sesuai peraturan yang berlaku.

Tanpa izin usaha, bisnis franchise berisiko terkena sanksi hukum dan sulit berkembang secara profesional.


Bagaimana Perizinan Franchise?

Perizinan franchise di Indonesia umumnya meliputi:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB)

  • Surat Izin Usaha

  • Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW)

  • Perjanjian franchise yang sah

Saat ini, proses perizinan dapat dilakukan secara online melalui sistem perizinan terintegrasi pemerintah, sehingga lebih mudah dan transparan.


Bagaimana Memilih Sistem Franchise?

Memilih sistem franchise yang tepat sangat menentukan kesuksesan bisnis. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Model Bagi Hasil
    Pahami apakah sistem menggunakan royalty fee, profit sharing, atau sistem flat.

  2. Dukungan Franchisor
    Pilih franchise yang memberikan dukungan pemasaran, pelatihan, dan monitoring rutin.

  3. Transparansi Keuangan
    Sistem yang baik selalu terbuka terkait biaya, laporan, dan evaluasi kinerja.

  4. Reputasi Brand
    Cari ulasan dari mitra lain untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan sistem franchise tersebut.


Bagaimana Cara Mendapatkan Modal untuk Usaha Franchise Melalui Layanan Supply Chain Financing?

Salah satu tantangan terbesar dalam membuka franchise adalah modal. Selain pinjaman bank konvensional, kini tersedia alternatif pendanaan seperti supply chain financing.

Supply chain financing memungkinkan pelaku usaha mendapatkan pembiayaan berdasarkan hubungan bisnis dalam rantai pasok, seperti kerja sama dengan franchisor atau supplier.

Keuntungan skema ini antara lain:

  • Proses lebih cepat

  • Persyaratan lebih fleksibel

  • Tidak selalu membutuhkan agunan besar

Skema ini sangat cocok bagi calon mitra franchise yang memiliki potensi usaha, tetapi terkendala modal awal.


Kesimpulan

Membuka franchise bukan sekadar membeli nama besar, tetapi juga komitmen menjalankan sistem bisnis secara disiplin. Dengan memahami cara membuka franchise secara tepat dan menguntungkan, baik sebagai pemilik brand maupun mitra, Anda dapat meminimalkan risiko dan memaksimalkan peluang sukses.

Pastikan brand memiliki legalitas, sistem yang jelas, serta dukungan yang kuat. Di sisi lain, sebagai mitra, lakukan riset mendalam sebelum bergabung. Dengan persiapan matang dan strategi yang tepat, bisnis franchise bisa menjadi sumber penghasilan jangka panjang yang stabil.

Posting Komentar untuk "Cara Membuka Franchise Secara Tepat dan Menguntungkan"